Selamat Datang di catatan.winkamaru.com

Mana yang Benar Kuatir, Kawatir atau Khawatir?


Bahasa Indonesia itu memang simpel tapi bukan berarti mudah. Kalau kita berbicara mengenai fungsi komunikatifnya maka bahasa indonesia dalam bahasa lisan maupun bahasa tulis entah menggunakan bahasa baku maupun tidak baku tetap masih bisa menemukan fungsi komunikatifnya dari dua cara tersebut: lisan maupun non lisan.

Masalahnya adalah ketika kita dihadapkan pada pemilihan penggunaan kata baku dan tidak baku sering kali membuat kita kesulitan untuk mengetahuinya. Hal ini dikarenakan banyak kosa kata yang kita cerna dan gunakan sehari-hari terkadang tidak terkontrol mana bentuk baku dan mana sebenarnya bukan bentuk bakunya.

Sulit bukan?

Misalnya saja masalah ini: Mana yang Benar Kuatir, Kawatir atau Khawatir?

Ketiga kata tersebut secara sederhana berdasarkan pemahaman yang kita ketahui setidaknya memiliki makna kegelisahan atau perasaan takut yang muncul tetapi tidak diketahui apa penyebabnya, hal ini identik dengan sebuah firasat buruk.

Bagaimana kita mengetahui bentuk baku ketiga kata di atas?

Salah satu cara mengetahuinya adalah dengan menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia (Kemendikbud) Atau untuk versi online bisa membuka KBBI.web.id Mari kita telusur!

1. Kuatir

Ketika saya melakukan penelusuran di KBBI Online, saya menemukan: "kuatir ? khawatir /ku·a·tir ? khawatir/"

Jika, kamu menemukan hal serupa seperti hasil pencarian di atas pada KBBI online berarti kata yang kamu cari adalah bentuk yang tidak baku. Dimana kuatir diberi peringatan tanda tanya dilanjutkan dengan kata khawatir positif.

Dari sini kita sudah mengetahui bahwa kata 'kuatir' adalah bentuk tidak baku dari kata 'khawatir'

2. Kawatir

Serupa dengan kata 'kuatir' di atas kata 'kawatir' pun ketika dilakukan penelusuran pada KBBI Online ditemukan:

"kawatir ? khawatir /ka·wa·tir ? khawatir/"

Yang artinya kata kedua ini pun merupakan bentuk tidak baku dari kata 'khawatir' Pembuktian tersebut dapat kita lakukan dengan mengeceknya sendiri menggunakan KBBI Online atau Apps KBBI android di Playstore Aplikasi Resmi dari Badan Bahasa Kemendikbud RI.

3. Khawatir

Untuk pembuktian atau kejelasan referensi selain kamu harus menggunakan KBBI sebaiknya ditanyakan langsung kepada Guru Bahasa di sekolahmu. Biasanya kamu akan mendapatkan penjelasan dari Gurunya langsung dan itu sangat baik untuk menambah wawasan / ilmu kebahasaan mu.

'Khawatir' adalah bentuk baku yang sebaiknya digunakan dan diutamakan dalam bahasa tulis. Hal ini berdasar pada referensi KBBI Online dan App KBBI Resmi dari Badan Bahasa Kemendikbud RI ditemukan dalam status pencarian:

screenshot KBBI Online

Setelah mengetahui bentuk baku dan tidak baku dari kata 'kuatir; dan 'khawatir' semoga kamu sudah bisa dengan bijak menyikapi hal-hal yang terjadi di sekitar kamu.

Bagikan juga informasi ini ke temanmu bila suatu saat kamu membutuhkannya menjelaskan ke tema tentang informasi yang kamu dapatkan.